Kamis, 15 Maret 2012

Beras untuk Bapak Pemulung yang Ulet

Subhanallah sekali hari ini, sesuatu yang luar biasa telah terjadi, dan membuat diri ini semakin menyadari bahwa betapa besar anugerah Allah yang diberikan kepada saya sepanjang 20 tahun lebih ini.. 
Alhamdulillah, Segala Puji Bagi Mu Tuhan Sekalian Alam. Terimakasih atas nikmat yang telah Engkau berikan.

Di tengah perjalanan pulang ke kos saya setelah pulang kuliah dan makan di sebuah warung makan KFC (Kalimongso Food Court), saya berpapasan dengan bapak pemulung sampah di jalan raya dekat kos saya. Saya pun memulai berdialog dengan beliau,

Saya : Maaf Pak, saya mempunyai beras yang sudah tidak saya masak. Apakah Bapak mau menerimanya?
Bapak : Mau, saya mau (singkat dan sangat antusias)
Saya : Kalau gitu, Bapak ikut saya. Itu kos saya (sambil menunjukkan dengan jari telunjuk)
Bapak : Iya mbak
Saya : Bapak tunggu bentar ya, saya mau ambil berasnya.. 
Lalu saya masuk kos dan mengambil 2 plastik beras, dan memberikannya kepada Bapak itu.
Saya : Ini Pak, berasnya. Ini beras sisa acara kelas saya, sudah lama. Yang plastik ini, masih bersih tapi ada semut sedikit. Nah, yang satunya lagi, sebelumnya maaf Pak, karena berasnya ada kutunya. Tapi Bapak bisa memberihkannya kok.
Bapak : Iyaa, gapapa mbak
Saya : Bapak tinggal dimana?
Bapak : Saya di Sarmili mbak
Saya : Bapak punya berapa anak? Tinggal sama istri juga?
Bapak : Anak saya 3 mbak, istri saya sudah lama meninggal
Saya : Innalillahiwainnailaihi rojiun, (shock dan tidak ingin bertanya lebih mengenai almh. istrinya). Owh gitu.. Bapak kerja setiap hari?
Bapak : Iyalah mbak, untuk mencari makan. Nyekolahin anak juga..
Saya : Iyaa Pak. Yaudah Pak, kalau gitu saya masuk dulu ya Pak, makasih
Bapak : Makasih ya mbak..
Saya : Iya Pak, sama2..

Beras yang saya berikan ke bapak pemulung tadi adalah beras sisa makrab kelas saya, yaitu kelas 3X. Berhubung pada bingung mau diapain berasnya, maka diputuskan beras tersebut akan disedekahkan. Dan Alhamdulillah, hari ini niat tersebut terlaksana. Terimakasih untuk 3X, hari ini kita telah membantu salah satu saudara kita yang kurang mampu. Semoga Allah membalas dengan Ridho-Nya. Amin

Sabtu, 10 Maret 2012

Promise Yourself

Promise yourself to be so strong that nothing can disturb your peace of mind

To talk health, happiness and prosperity to every person you meet.

To make all your friends feel like there is something in them.

To look at the sunny side of everything and make your optimism come true.

To think only of the best, to work only for the best, and expect only the best.

To be just as enthusiastic about the success of others as you are about your own.

To forget the mistakes of the past and press on the greater achievements of the future.

To wear a cheerful countenance at all times and give every living person you meet a smile.

To give so much time to the improvement of yourself that you have no time to criticize others.

To be too large for worry, too noble for anger, and too strong for fear, and too happy to permit the presence of trouble.

Author Unknown


from : Graduate Book of My Senior High School

Minggu, 29 Januari 2012

Bunga Daisy

Taukah kamu bunga Daisy???
Hmm.. kayak nama orang yaah...
Yupz, cantik memang namanya dan itu tercermin pula dari bentuknya yang sangat cantik dan menawan.

Diawali dengan menonton film korea berjudul "Daisy", saya terpesona dengan keindahan taman bunga yang ditampilkan dalam scene film tersebut. Taman bunga yang dipenuhi warna putih dari bunga Daisy nampak cantik dan romantis. Saya berangan-angan suatu saat bisa mendapati taman bunga seindah itu. Taman yang dipenuhi dengan bunga-bunga cantik dan berwarna pasti membuat mata saya takjub dan terpesona. Hmm...indah sekali dunia ini.


Bunga kelahiran April
Bunga daisy adalah bunga dari keluarga asteraceae sama halnya seperti bunga aster atau sunflower. Asteraceae adalah keluarga tumbuhan berbunga kedua terbesar dalam segi banyaknya species atau jenis. Bunga daisy cukup sederhana bentuknya, memiliki bundaran yang lebar di tengah dan dikelilingi oleh petal-petal yang seperti sinar matahari, mungkin karena inilah bunga ini mulai disebut jenis bunga sunflower. Macam warna bunga ini marah, orange, putih, ungu, tetapi sebagian besar warnanya putih.



Nah, Bunga Daisy ini memiliki makna lhoo...

BUNGA DAISY

Kepolosan, kemurnian, kesucian, kesetiaan, kelembutan, kesederhanaan

Putih : kepolosan, cinta setia
Merah : kecantikan yang tidak diketahui pemiliknya, cinta, tulus, sederhana, cinta yang jauh dari `gairah berlebihan, cinta diam-diam
Oranye : kehangatan, sukacita, semangat




Ada juga literatur yang bilang kalau bunga Daisy melambangkan keceriaan anak-anak, kemurnian, jiwa muda, dan juga cinta yang mengalahkan segalanya. Melambangkan kesucian dan kesetiaan.



Wah, memang bunga Daisy itu sangat mengagumkan. Semakin terpesona saya dan semakin ingin pula mendapati bunga Daisy dan tentunya Taman Bunga Daisy. So sweet :)



Api Abadi Mrapen

Mrapen adalah salah satu lokasi dari sekian keajaiban alam, disamping merupakan potensi wisata di Kabupaten Grobogan-Jawa Tengah. Api abadi Mrapen adalah sebuah kompleks yang terletak di desa Manggarmaskecamatan GodongKabupaten GroboganJawa Tengah. Kawasan ini terletak di tepi jalan raya Purwodadi - Semarang, berjarak 26 km dari kota Purwodadi. Kompleks api abadi Mrapen merupakan fenomena geologi alam berupa keluarnya gas alam dari dalam tanah yang tersulut api sehingga menciptakan api yang tidak pernah padam walaupun turun hujan sekalipun.



Banyak peristiwa besar mengambil api dari kompleks api abadi Mrapen sebagai sumber obornya, misalnya pesta olahraga internasional Ganefo I tanggal 1 November 1963. Api abadi dari Mrapen juga digunakan untuk menyalakan obor Pekan Olahraga Nasional (PON) mulai PON X tahun 1981, POR PWI tahun 1983 dan HAORNAS. Api abadi dari Mrapen juga digunakan untuk obor upacara hari raya Waisak.







Selain api abadi, di komplek tersebut juga terdapat kolam dengan air mendidih yang konon dapat dipergunakan untuk mengobati penyakit kulit, serta batu bobot yang konon apabila seseorang dapat mengangkatnya maka yang mengangkat tersebut akan mendapatkan keinginannya.

Selasa, 24 Januari 2012

Asal Usul Desa Saya --> NGOMBAK

Saya dilahirkan dan dibesarkan di sebuah desa kecil bernama Desa Ngombak,  terletak di Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan, Provinsi Jawa Tengah.
Desa Ngombak memiliki cerita, cerita itu setiap 2 tahun sekali diceritakan oleh salah satu abdi desa dalam acara Asrahbatin.

ASAL USUL DESA NGOMBAK
ASRAHBATIN

Pada jaman dahulu, hiduplah seorang janda yang bernama Larapan bersama kedua anaknya yang menginjak remaja disuatu tempat yang tidak disebutkan namanya. Dua anak tersebut terdiri dari laki-laki dan perempuan yang bernama DONO dan DINI. Pada suatu saat,kedua anak tersebut merasa lapar dan minta makan kepada ibunya yang sedang menanak nasi tetapi belum masak. Berkali-kali kedua anak tersebut minta makan pada ibunya,sehingga membuat kesabaran ibunya hilang. Dengan spontan ibunya memukul kepala si DONO dengan enthong sampai terluka. Si DONO merasa sakit hati dan kemudian pergi meninggalkan rumah tanpa pamit.

Setelah beberapa hari pergi,si DINI merasa kasihan dan berusaha untuk mencari kakaknya,sehingga ia ikut meniggalkan rumah ibunya.  Keduanya mengembara tak tahu tujuan.  Sekian lama pergi,si DINI belum bisa menemukan kakaknya.  Dalam perjalanan si DONO,ia menemukan beberapa tempat yang kemudian diberi nama olehnya. Diantaranya,pada suatu saat ia menemukan sungai yang penuh dengan batu karang yang baunya langu,sehingga tempat tersebut olehnya diberi nama Desa Karanglangu. Dan akhirnya ia menetap disitu ( Karanglangu ) seorang diri.  Sedangkan dalam perjalanan si DINI,ia juga mememukan beberapa tempat diantaranya,pada suatu saat ia melewati tepi sungai yang penuh dengan binatang kunang-kunang,sehingga tempat tersebut diberi nama Dusun Kalikonang. Kemudian meneruskan perjalananya dan menemukan tempat ditepi sungai yang penuh dengan pohon gandri sehingga tempat tersebut diberi nama Dusun Kedunggandri. Dan yang paling penting ia menemukan tempat yang tanahnya bergelombang-gelombang/ berombak-ombak,sehin- gga tempat tersebut diberi nama DESA MGOMBAK. Dan akhirnya iapun juga menetap disitu ( NGOMBAK ) seorang diri.

Setelah keduanya dewasa,keduanya bertemu sebagai seorang laki-laki dan perempuan dewasa,tapi keduanya tidak tahu kalau mereka bersaudara,sehingga keduanyapun saling tertarik. Akhirnya si DONO diajak mampir ke rumah si DINI. Sejak saat itu keduanya saling jatuh cinta.

Pada suatu saat,si DONO melamar si DINI yang hidup sendirian,dan lamaran tersebut diterima dengan senang hati. Pada kunjungan berikutnya, si DINI diminta oleh si DONO untuk memijit badannya. Saat asyiknya memijit,si DINI melihat bekas luka di kepala si DONO dan kemudian ia menanyakan penyebab luka tersebut. Oleh DONO diceritakan bekas luka itu,bekas luka itu dipukul ibunya dengan enthong pada saat masih remaja karena merengek-rengek minta makan. Jawaban tersebut menyebabkan si DINI kaget dan menerka-nerka dalam hati bahwa DONO adalah kakak kandungnya. Dan setelah keduanya bercerita panjang lebar,mereka menyadari bahwa mereka adalah saudara kandung. Akhirnyapun pertunangan mereka yang telah dilakukan,sepakat dibatalkan.

Dan untuk mempererat persaudaraan antara keduanya maka setiap 2 tahun sekali si DONO yang bertempat tinggal di Ds.Karanglangu berkunjung ke tempat adiknya si DINI yang bertempat tinggal di Ds.Ngombak. Acara tersebut masih diperingati sampai saat ini setiap tahun genap bulan September / Oktober yang dinamakan ASRAHBATIN.  Itulah kisah asal-usul terjadinya Ds.NGOMBAK.


Asrahbatin adalah acara 2 tahun sekali yang diadakan oleh Desa Ngombak dan Desa Karanglangu yang terpisah oleh sungai aliran dari sungai Tuntang. Acara ini digelar dengan jalan, para rakyat Karanglangu beserta kepala desanya yang menaiki kuda menyeberang sungai Tuntang yang merupakan perbatasan kedua desa, sedangkan para rakyat dan kepala Desa Ngombak bersiap-siap di sungai untuk menjemput kedatangan warga Karanglangu. Setelah saling bertemu, warga-warga saling bersalaman dan menuju kediaman kepala desa Ngombak. Disana, diceritakan asal mula Desa Ngombak dan Desa Karanglangu serta dusun-dusun yang terdapat di dalamnya. Acara ini diadakan sebagai bentuk silaturahmi kedua desa yang merupakan saudara, sekaligus meneruskan tradisi yang telah turun temurun mendarah daging di 2 desa. Di antara 2 desa itu pun, tidak diperbolehkan warganya saling jatuhcinta. Dalam arti, warga Desa Ngombak dilarang jatuhcinta dengan warga Karanglangu, dan sebaliknya. Namun , jika jatuhcinta sesama warga Ngombak, atau sesama warga Karanglangu haknya sah-sah saja. Pelarangan jatuhcinta antara 2 desa itu dikarenakan kedua desa masih memiliki tali ikatan persaudaraan seperti cerita di atas, dan jika larangan itu dilanggar konon dapat menimbulkan bencana yang akan menimpa kedua desa. Tradisi itu pun masih berlanjut sampai sekarang dan warga kedua desa selalu menghormati tradisi turun temurun itu.


SEKIAN


Senin, 16 Januari 2012

Cried of The Cat

When I was in first grade senior high school, I had an english assigment from my teacher. I had to write an english story and I made story that's titled "Cried of the Cat".

Cried of The Cat

            In the city, called “Weilday” in a country of Boildent, there was a family, contain of Mr. Charlie and his wife, Mrs. Lensy. They married last year and now they had a baby called Chelsea. In their house, there were only four people, Mr. Charlie, Mrs. Lensy, their baby Chelsea and their servant Titiana. They also had pets. They were two funny cats, Becky and Chili. Becky was Chili’s mother and Chili was a little cat. Mr. Charlie’s family loved them very much and their life very happily. Until……


One day, in their house there was an incident, the strange incident. At two a.m, when Mr. Charlie’s families were sleeping, there was the baby’s cried voice. Mrs. Lensy awoke because she heard it. She thought her baby cried. She was very worry, so she awoke up her husband, Mr. Charlie.


“My dear, wake up please !” said Mrs. Lensy
“Emm..m, what, what happened ? Answered Mr. Charlie
“Do you hear that ?” (moee..eo, moee..eo, moee..eo)
“What ???”
“Our baby’s crying, she’s crying”
“Oh.. yes, I can hear it, so let’s see her”


Then, Mr. Charlie and his wife came to Titiana’s room, because their baby slept with her servant. After until in Titiana’s room, they saw Becky was sleeping in there and then, “what happened…..”. They were surprised, because their baby was still sleeping. They were confused. They thought, if their baby slept and didn’t cry, so who did cry ? In their house there was only one child, she was their baby Chelsea. They were very confused, confused and confused!!!!


            But, they heard that voice again.“moee..eo, moee..eo, moee..eo”. Then, they looked for the voice source. They went to the garden and…….. in there they found that voice. They had just known that the voice from their little cat “Chili”. Chili cried because it looked for it’s mother Becky, but Chili couldn’t find it.


“Moee..eo, miaa..oo, moee..eo, miaa..oo…….” 


Mr. Charlie and Mrs. Lensy weren’t angry, they only smiled. How didn’t ?? They thought how could the cat’s cry was like the baby’s cry. Suddenly, Mrs. Lensy remember that Becky was sleeping in their baby’s room, so she went to that room directly. She took Becky from the room and took it in the garden with Chili. They seem very happy. Finally, the little cat Chili didn’t cry again and Mr. Charlie and Mrs. Lensy could sleep quietly again.

The End

Jumat, 13 Januari 2012

Bapak tua penjual bunga tisu

Saat aku libur kuliah, aku menyempatkan diri untuk bertemu dengan temanku di Salatiga. Kami makan siang di alun-alun Pancasila kota Salatiga. Saat kami tengah makan, aku melihat sesosok bapak tua berkeliling sepanjang alun-alun dengan memikul dua keranjang berisi dagangannya yang berupa bunga dari tisu. Sekilas ku pandangi dan ku perhatikan, aku tidak tega melihatnya, badannya yang lemah karena dimakan umur harus bersusah payah memikul dagangannya kesana kemari untuk menjualnya. Bapak tua itu menghampiri kami berdua dan menawarkan dagangannya. Temanku tidak tertarik untuk membeli, mungkin karena dia tidak membutuhkannya. Sebenarnya aku pun tidak begitu membutuhkan, tetapi karena rasa iba telah merasuk hati, aku pun memutuskan untuk membelinya. Awalnya aku ingin membeli 4 tangkai dan akan ku berikan kepada teman-temanku. Namun, setelah aku berbincang-bincang dengan bapak itu, ku putuskan untuk membeli 8 tangkai. Bagaimana tidak, harga bunga tisu itu membuatku menghela nafas dalam, yaitu tidak seperti apa yang aku duga. Bahkan jauh dari apa yang aku duga. Aku mengira harga bunga kertas itu Rp 1000 per tangkai, tetapi kenyataannya Rp 1000 bisa mendapatkan 4 tangkai. Yak, harga bunga itu Rp 250 per tangkai. Sangat murah dan semakin membuatku tidak tega terhadap bapak tua itu. Aku membayangkan bagaimana bapak tua itu bersusah payah, diawali dengan membeli bahan berupa tisu lalu bekerja keras guna membuat bunga dengan hasil yang indah. Badannya sudah lemah, tapi dia mau bersusah payah guna mencari sesuap nasi, bahkan dia tidak mengambil untung banyak dari dagangannya. Semakin miris hati ini. Akhirnya 8 tangkai pun aku beli dan uang Rp 2000 ku berikan ke bapak tua itu. Dengan lirih, bapak tua itu mengucapkan terima kasih padaku dan pergi meninggalkan kami melanjutkan menjual dagangannya di sekitar alun-alun. Seketika, mata ini berkaca-kaca, ingin meneteskan air mata. Dalam hati aku berdoa, semoga dagangan bapak tua itu terjual semua, semoga banyak orang di luar sana yang tertarik membeli bunga tisu yang indah itu. Kalaupun tak ada yang tertarik, semoga banyak orang yang memiliki hati mulia yang mau merelakan sedikit dari uang mereka untuk membantu melariskan dagangan si bapak tua. Meski hasil penjualan tidak seberapa banyak, tetapi aku yakin bapak tua itu akan merasa lebih bahagia jika dagangannya terjual semua dibanding harus menerima uang secara cuma-cuma dari para dermawan, sedang dagangannya tidak terjual. Karena bagaimanapun, kerja keras beliau patut diapresiasi. Untuk bapak, semoga bapak selalu merasakan kebahagiaan dengan kondisi apapun yang bapak alami. Terimakasih atas bunganya, sangat indah dan aku menyukainya.